Tweet

Jumat, 20 Desember 2013

WereWolf

WEREWOLF
Werewolf di dalam Literatur Kuno
Herodotus , dalam bukunya yang berjudul Histories pernah menulis
mengenai Neuri , sebuah suku yang berdiam di timur laut Scythia
(dekat Ukrainia) yang penduduknya berubah menjadi serigala setiap
sembilan tahun.
Dalam mitologi Yunani kuno, raja
Arcadia yang bernama Lycaon
disebut diubah menjadi serigala oleh
dewa Zeus akibat mengorbankan
dan memakan daging anaknya
sendiri. Nama Lycaon kemudian
menurunkan kata Lycanthropy yang
kita kenal sekarang ini.
Cendikiawan Roma, Pliny the Elder,
juga pernah bercerita mengenai
seorang pria yang berubah menjadi
serigala setelah memakan isi perut
seorang anak kecil.
Lalu, pada tahun 60 Masehi, Gaius Petronius menulis dalam
bukunya mengenai Niceros yang menyaksikan temannya berubah
menjadi serigala. Niceros bercerita:
"Ketika aku mencari sahabatku, aku menemukannya sedang
melepas seluruh pakaiannya dan menaruhnya di pinggir jalan...lalu,
ia kencing sambil membentuk lingkaran dengan urinnya di sekeliling
pakaian yang tergeletak. Tiba-tiba, ia berubah menjadi serigala.
Setelah itu, ia mulai melolong dan berlari masuk ke hutan."
Walaupun lebih banyak ditemukan di Eropa, kisah mengenai
werewolf juga bisa ditemukan di wilayah di luar Eropa.
Di kalangan suku Indian Amerika, makhluk serupa dikenal dengan
nama Skin Walker. Di Turki disebut Turkadam , sedangkan di
Amerika tengah dikenal dengan nama Nagual . Percaya atau tidak, di
Eropa dan Amerika, Leak Bali dianggap sebagai Werewolfnya
Indonesia.
Karakteristik Werewolf
Menurut legenda, pada saat bulan purnama, seorang manusia,
dalam kondisi tertentu akan berubah menjadi serigala. Tubuhnya
akan menjadi tinggi dan kuat. Matanya bersinar terang seperti
hewan pada umumnya dan alisnya yang lebat akan bertemu di
tengah. Mulutnya terlihat selalu kering, seperti orang yang
kehausan.
Kulitnya kasar dan ditumbuhi bulu yang lebat. Telinganya berubah
menjadi lancip seperti anjing dengan gelambir yang menggantung di
lehernya. Bedanya dengan serigala, werewolf tidak memiliki ekor.
Salah satu metode untuk mengidentifikasi werewolf dalam rupanya
sebagai manusia adalah dengan melukai tubuhnya. Jika ia adalah
werewolf, maka di bagian tubuh yang terluka akan terlihat adanya
bulu seperti serigala.
Cara lainnya, menurut legenda Rusia, seorang werewolf dapat
dikenali dengan adanya bulu di bawah lidahnya.
Walaupun dalam film-film Holywood disebutkan kalau werewolf
bisa dibunuh dengan peluru perak, karakteristik ini tidak bisa
ditemukan di dalam legenda.
Bagaimana cara berubah menjadi Werewolf
Di Italia, Perancis dan Jerman, disebutkan kalau seseorang dapat
berubah menjadi werewolf dengan cara tidur di luar rumah pada
saat bulan purnama musim semi yang jatuh pada hari rabu atau
jumat tertentu.
Lalu, ada juga yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi
werewolf karena digigit oleh werewolf lain. Ini membuatnya menjadi
sama seperti legenda Vampire. Ada lagi yang percaya kalau
seseorang bisa berubah menjadi werewolf karena dikutuk.
Tetapi, kebanyakan legenda percaya kalau transfigurasi seorang
manusia menjadi werewolf terutama diakibatkan oleh kegiatan yang
berhubungan dengan aktifitas satanic atau sihir.
Pandangan ini meluas pada abad pertengahan di Eropa yang diiringi
dengan perburuan werewolf, vampire dan penyihir. Di Perancis
sendiri, antara tahun 1520 hingga tahun 1630, ada sekitar 30.000
orang yang ditangkap karena dianggap sebagai werewolf.
Kebanyakan dari tersangka ini kemudian menjalani penyiksaan dan
interogasi yang keji hingga tewas.
Walaupun sering dianggap sebagai aktifitas satanic, ada sebuah
kisah yang cukup membingungkan.
Pada tahun 1692, seorang pria berusia 80 tahun yang bernama
Thiess dari Livonia memberikan kesaksian di bawah sumpah kalau
ia dan beberapa teman lainnya adalah werewolf yang disebutnya
sebagai "Anjing pemburu Tuhan".
Ia mengklaim kalau mereka adalah perajurit yang diutus Tuhan
untuk memburu para penyembah setan dan para penyihir. Thiess
juga mengatakan kalau kelompok werewolf seperti dia juga terdapat
di Rusia dan Jerman.
Kesaksian Thiess dianggap sebagai penghujatan terhadap Tuhan
dan ia dihukum 10 kali cambukan karenanya.

Werewolf dan Vampire
Bagaimana hubungan antara werewolf dan vampire ? Kita melihat
mereka bermusuhan seperti di film underworld, apakah benar seperti
itu?
Sepertinya tidak. Pada abad pertengahan, di Eropa berkembang
kepercayaan kalau jasad mereka yang dibunuh karena dianggap
werewolf harus dikremasi. Jika tidak, maka jasad itu akan bangkit
dari kubur sebagai Vampire.
Ini mengindikasikan kalau masyarakat waktu itu percaya werewolf
dan vampire adalah satu oknum.
Di Serbia, Bulgaria dan Slovakia, Vampire dan Werewolf juga
dianggap sebagai makhluk yang sama yang dikenal dengan nama
Vulkodlak.
Penampakan Signifikan
Salah satu alasan mengapa kisah mengenai werewolf bisa bertahan
selama ribuan tahun adalah akibat banyaknya laporan penampakan
yang terjadi selama rentang waktu itu.
Misalnya, tahun 1790. Dua orang pengembara sedang berada di
Wales Utara ketika seekor hewan besar menyerang kuda mereka.
Satu kuda mati terbunuh. Peristiwa ini terjadi saat bulan purnama
terlihat di atas langit. Banyak yang percaya kalau makhluk yang
menyerang mereka adalah seekor werewolf.
Lebih dari 200 tahun setelah peristiwa itu, tepatnya di tahun 1992,
juga di Wales, surat kabar lokal memberitakan mengenai makhluk
aneh sebesar beruang yang terlihat berkeliaran di tempat itu.
Seorang petani sempat melihat makhluk itu saat bulan purnama dan
ia menemukan dua ekor dombanya sudah mati. Sebagian orang juga
percaya kalau makhluk itu adalah seekor werewolf.
Legenda Beast of Gevaudan yang meneror Perancis tahun 1760an
juga sering dianggap sebagai kasus klasik Werewolf.
Para saksi mata yang melihat makhluk itu mendeskripsikannya
sebagai makhluk yang mirip dengan anjing atau serigala.
Beast of Gevaudan tercatat melakukan 11 kali penyerangan dimana
kebanyakan korbannya adalah wanita dan anak-anak. Para korban
tewas ditemukan dengan tubuh termutilasi dan menunjukkan tanda-
tanda dimangsa.


Militer Perancis sampai mengerahkan pasukan untuk memburu
makhluk itu. Namun, tidak membawa hasil.
Dari antara semua penampakan modern mengenai werewolf,
mungkin penampakan yang paling luar biasa adalah apa yang
dialami oleh Mrs.Delburt Gregg dari Texas.
Pada suatu malam di tahun 1958, Mrs.Gregg sedang sendirian di
kamarnya ketika ia mendengar suara seperti menggaruk di
jendelanya. Sekilas, ia bisa melihat adanya seekor makhluk besar
berbulu seperti serigala yang sedang menatapnya dengan mata
bersinar. Mrs.Gregg juga bisa melihat gigi taringnya yang putih.
Menyadari kehadirannya telah diketahui, makhluk itu kemudian
segera berlari masuk ke dalam semak-semak.
Mrs.Gregg bercerita:
"Setelah beberapa saat, aku menyaksikan satu sosok keluar dari
semak-semak. Tetapi, aku tidak melihat adanya serigala berbulu
lebat. Figur yang terlihat keluar adalah seorang pria yang sangat
tinggi yang kemudian berjalan terburu-buru hingga menghilang di
kegelapan malam."
Penampakan Mrs.Gregg sangat sesuai dengan gambaran werewolf
versi Holywood.
Kalau begitu, apakah benar ada makhluk werewolf seperti yang
digambarkan oleh film-film Holywood?
Penjelasan Alternatif
Sepertinya sulit mengabaikan keberadaan makhluk ini. Jika
werewolf hanyalah sebuah cerita rakyat, dongeng atau rekaan
Holywood, mengapa kisah penampakan makhluk ini bisa tersebar ke
seluruh dunia sejak ribuan tahun yang lalu?
Jika kisah werewolf baru muncul beberapa puluh tahun belakangan,
mungkin kita bisa berargumen kalau televisi dan media yang telah
menyebarkannya. Tetapi, sepertinya setiap wilayah di dunia, punya
kisah werewolfnya masing-masing.
Jadi, apakah makhluk yang disebut werewolf benar-benar ada?
Sebelum masuk ke situ, mungkin ada baiknya kita melihat beberapa
teori alternatif yang berusaha menjelaskan mengenai makhluk ini.
Teori alternatif ini dibuat berdasarkan premis kalau tidak ada
manusia yang bisa berubah menjadi serigala. Yang ada adalah
salah interpretasi atau cerita hiperbolik yang diceritakan secara
turun-temurun.
Ini adalah beberapa diantaranya:
Pria berpakaian serigala
Ada sebuah peristiwa mengerikan terjadi di kota Bedburg , Jerman,
pada tahun 1591. Suatu hari, sekelompok penduduk berhasil
mengepung seekor serigala yang masuk ke desa. Lalu mereka mulai
menyerang serigala itu dengan kayu. Anehnya, serigala itu tidak
berusaha untuk lari atau melawan.
Tiba-tiba, para penduduk melihat hewan itu berdiri dan makhluk
yang dianggap sebagai serigala itu ternyata adalah seorang pria
paruh baya yang mengenakan kulit serigala. Mereka mengenalinya
sebagai Peter Stubbe, salah satu penduduk Bedburg juga.
Para penduduk lalu membawanya ke desa dan mulai
menginterogasinya. Stubbe mengakui kalau ia telah membunuh 16
orang, termasuk 2 perempuan hamil dan 13 anak-anak.
Lalu, ia mulai bercerita lebih jauh.
Pada usia 12 tahun, Stubbe sudah tertarik dengan ilmu sihir dan
mulai mempelajarinya. Bertahun-tahun kemudian, ia semakin serius
mempelajarinya dan bahkan ia memulai perjanjian dengan setan.
Tidak butuh waktu lama, Stubbe mulai dipenuhi dengan angan-
angan untuk membunuh. Ketika mengincar mangsanya, Ia akan
bersembunyi di hutan sambil menyamar menjadi serigala.
Pembunuhan yang dilakukan oleh Stubbe terbilang cukup sadis. Ia
biasa merobek tenggorokan korbannya dan menghisap darahnya.
Secara perlahan, keinginannya akan darah menjadi tidak tertahankan
sehingga ia terus membunuh untuk memuaskannya. Dalam banyak
kesempatan Stubbe bahkan memakan daging korbannya.
Yang paling mengerikan dari kejahatan Stubbe adalah kejahatan
yang dilakukannya terhadap anaknya sendiri.
Suatu hari, Ia membawa anak laki-lakinya yang masih kecil ke
hutan, memecahkan tengkoraknya dan memakan otaknya.
Peter Stubbe tercatat sebagai salah satu pembunuh berantai paling
sadis di dalam sejarah dunia. Kejahatan yang dilakukannya begitu
mengerikan sehingga pengadilan memutuskan untuk menghukum
matinya dengan cara yang tak kalah sadis. Tubuhnya diikat di
sebuah roda, lalu, daging tubuhnya dicabik-cabik dengan besi
panas. Kaki dan tangannya kemudian dipatahkan dan akhirnya ia
dipenggal. Sisa mayatnya lalu dibakar menjadi abu.
Peristiwa pembunuhan Peter Stubbe terjadi pada abad pertengahan
dimana Eropa sedang berada pada masa dimana tahayul merajalela.
Bisa jadi kisah ini tersebar luas dan menimbulkan rumor mengenai
adanya makhluk jadi-jadian bernama Werewolf.
Halusinasi
Penulis pertama yang mengkaitkan antara werewolf dengan penyakit
adalah Marcellus Sidetes (abad 2 Masehi), seorang Yunani yang
tinggal di Turki dan menulis buku mengenai pengobatan.
Ia menyebutkan kalau ada kasus dimana seseorang mengalami
perasaan yang menuntunnya untuk percaya kalau ia adalah serigala
yang kemudian membuat orang tersebut berkeliaran di pemakaman.
Argumen Sidetes kemudian dikonfirmasi oleh sains modern yang
mendukung adanya kemungkinan ini. Salah satunya adalah
keracunan ergot (sekumpulan jamur genus Claviceps). Mereka yang
keracunan jamur jenis ini bisa mengalami halusinasi yang cukup
parah dan bisa menganggap diri mereka sebagai hewan, atau
merasa sedang diserang oleh hewan.
Salah satu kasus terburuk keracunan Ergot terjadi pada tahun 1951
di kota Pont St.Espri di Perancis. Sekitar 135 orang masuk rumah
sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Kasus ini terjadi akibat
para penduduk memakan roti yang telah terinfeksi ergot. Jamur ini
telah membuat mereka mengalami halusinasi yang membuat
mereka percaya kalau harimau dan ular sedang menyerang mereka.
Tentu saja teori ini tidak bisa menjelaskan mengapa di tempat yang
tidak pernah ditemukan ergot juga dilaporkan adanya penampakan
werewolf.
Karena itu, kita masuk ke sebuah sebuah teori lain yang lebih
populer. Teori ini percaya kalau werewolf sebenarnya adalah
manusia yang terkena kelainan yang disebut Hypertrichosis atau
werewolf syndrome.
Kisah tentang Werewolf atau Lycan tersebut terdapat
dalam catatan-catatan Yunani kuno. Dalam mitologi Yunani Kuno,
Raja Arcadia yang bernama Lycaon disebut telah dikutuk menjadi
serigala oleh Dewa Zeus akibat mengorbankan dan memakan
daging anaknya sendiri. Kabarnya, pada saat bulan purnama,
seorang manusia (dalam kondisi tertentu) akan berubah menjadi
serigala. Tubuhnya menjadi tinggi dan kuat dengan mata yang
merah menyala.
Bedanya dengan serigala, Werewolf tidak memiliki ekor. Di
Italia, Prancis, dan Jerman disebutkan, seseorang dapat berubah
menjadi Werewolf dengan cara tidur diluar rumah pada saat bulan
purnama (musim semi) yang jatuh pada hari Rabu atau Jumat
tertentu. Sedangkan, sebagian tradisi Roma dan Yunani percaya, jika
manusia yang berubah menjadi serigala atas hukuman dewa. Sebab,
ia telah mempersembahkan korban berupa manusia.
Mula-mula lycanthrope dipakai untuk menggambarkan
fenomena kuno berupa kemampuan orang bermetamorfosis jadi
binatang. Namun lama-lama istilah itu diaplikasikan khusus untuk
orang yang di alam subnormal yakin mampu berubah bentuk.
Keyakinan itu dikuatkan dengan dorongan bersikap sadis dan obsesi
terhadap darah dan daging yang terus bertahan dari waktu ke waktu
di berbagai tempat, bahkan di negara beradab. Selera terhadap
daging manusia itulah yang mengubah manusia menjadi monster.
Namun secara nyata penderita lycanthrope tidak pernah berubah
bentuk, suara, dan perilaku menjadi serigala.
Manusia serigala itu sendiri ada tiga macam. Pertama,
melalui keturunan karena kutukan dari para leluhur sehingga
menjadikan setiap keturunannya sebagai manusia serigala. Kedua,
orang yang dengan sukarela menjadi serigala dengan alasan dan
tujuan jahat. Ketiga, manusia serigala berhati lembut dan baik.
Kondisinya yang tidak lazim itu justru membuatnya merasa malu.
Sebenarnya, transformasi (perubahan rupa) sering
dilakukan oleh dukun-dukun suku tertentu dengan tujuan baik untuk
mengatasi masalah di kelompoknya. Ada juga yang tidak berubah
wujud, tapi hanya meminjam tubuh binatang untuk memata-matai,
menyantet, atau sekedar menakut-nakuti musuh. Argumentasi
tentang manusia serigala sangat beragam, tetapi belum sepenuhnya
terungkap. Bahkan, kisah Werewolf hingga kini masih menjadi
misteri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar