Tweet

Senin, 16 Desember 2013

Kaisar Qin Shi Huang

Pada tahun 247 Sebelum Masehi, Yingzheng
yang baru berusia 13 tahun naik takhta
menjadi Raja Negara Qin, tapi baru mulai
menangani urusan pemerintahan pada usia
22 tahun. Dan sejak ia mulai menangani
urusan pemerintahan, Raja Yingzheng mulai
melaksanakan ambisinya untuk mencaplok 6
negara yang lain dan menyatukan Tiongkok.
Untuk itu, ia berusaha keras merekrut tenaga
ahli yang dapat dimanfaatkannya. Misalnya,
ia pernah memberikan tugas penting kepada
mata-mata Negara Han bernama Zheng Guo
untuk membangun “Saluran Irigasi Zheng
Guo”. Berkat proyek tersebut, 40 ribu qing
(satu qing kira-kira sama dengan 6,6667
hektar) tanah alkali Negara Qin menjadi
tanah subur tanpa terpengaruh oleh bencana
kemarau dan bencana banjir, sehingga
menyediakan syarat material yang cukup
bagi Negara Qin untuk menyatukan Tiongkok.
Selama hampir 10 tahun antara tahun 230 dan tahun 221 sebelum
Masehi, Raja Ying Zheng berturut-turut membasmi 6 negara yang
lain dan berhasil menyelesaikan usaha penyatuan Tiongkok. Dengan
ini berakhirlah situasi terpecah-belahnya Tiongkok dan lahirlah
Dinasti Qin yang bersatu dan bersifat monarki. Yingzheng dari
Dinasti Qin juga menjadi kaisar pertama dalam sejarah Tiongkok,
maka sering dipanggil “Kaisar Qinshihuang”, artinya kaisar pertama
Dinasti Qin.
Disatukannya Tiongkok oleh Dinasti Qin mempunyai arti sangat
besar dalam sejarah Tiongkok. Pertama, secara politik, Kaisar
Qinshihuang membatalkan sistem pembagian wilayah kepada
pangeran dan mulai melaksanakan sistem jun dan kabupaten, yaitu
seluruh negeri dibagi menjadi 36 jun yang terdiri dari beberapa
kabupaten. Pejabat pemerintah pusat dan daerah semuanya dilantik
dan dipecat oleh kaisar, jabatan tidak boleh diwarisi. Sistem jun dan
kabupaten yang dirintis oleh Dinasti Qin berkembang menjadi sistem
baku dalam sejarah dua ribu tahun Tiongkok kemudian. Sekarang
banyak kabupaten di Tiongkok masih menggunakan namanya yang
ditetapkan pada Dinasti Qin.
Sumbangan penting lain lagi setelah penyatuan Tiongkok ialah
Dinasti Qin berhasil menyatukan huruf Han atau Kanji. Sebelumnya,
berbagai negara mempunyai hurufnya sendiri. Walaupun huruf-huruf
Kanji itu sama asal usulnya dan hampir sama dalam ejaannya,
namun perbedaannya tetap mendatangkan rintangan bagi
penyebarluasan dan pertukaran kebudayaan. Setelah menyatukan
Tiongkok, Dinasti Qin memerintahkan agar Huruf Kanji yang
dinamakan Xiaozhuan dijadikan huruf Kanji yang dipakai di seluruh
negeri. Setelah itu, perubahan huruf Kanji Tiongkok berkembang
secara teratur. Ini mempunyai arti yang tak terbilang bagi
pembentukan sejarah dan pewarisan kebudayaan Tiongkok.
Selain itu, Dinasti Qin menyatukan pula ukuran panjang, isi dan
berat nasional. Dibanding dengan huruf Kanji, masalah ukuran lebih
serius karena sebelum penyatuan, ukuran panjang, isi dan berat di
berbagai negara sangat berlainan dan ini sangat merintangi
perkembangan ekonomi. Sementara itu, Kaisar Qinshihuang
menyatukan pula mata uang dan hukum sehingga menciptakan
syarat bagi perkembangan ekonomi, juga sangat meningkatkan
kedudukan pemerintah pusat.
Untuk meningkatkan kekuasaan monarki di bidang pikiran, pada
tahun 213 Sebelum Masehi, Kaisar Qinshihuang memerintahkan
membakar semua buku sejarah negara lain dan kitab Aliran Ru
kecuali Kitab Sejarah yang disimpan oleh pejabat sejarah. Mereka
yang berani menyimpan buku-buku itu bahkan dibunuh. Sementara
itu, untuk menghadapi agresi kekuasaan etnis minoritas di bagian
utara Tiongkok, Kaisar Qinshihuang memerintahkan menyambung
tembok-tembok besar yang dibangun oleh negara-negara Qin, Zhao
dan Yan pada masa lampau sehingga terbentuklah Tembok Besar
sepanjang 5 ribu kilometer dari ujung barat ke ujung timur Tiongkok.
Selain itu, Kaisar Qinshihuang juga mengerahkan 700 ribu tenaga
dan mengalokasi dana dalam jumlah sangat besar untuk
membangun Makam Gunung Lishan yang sekarang lazim disebut
sebagai Makam Kaisar Qin dan prajurit dan kuda terakota Kaisar
Qinshihuang.
Dengan disatukannya Tiongkok oleh Kaisar Qinshihuang, berakhir
pula situasi terpecah belah Tiongkok dalam sejarah yang lama dan
berdirilah satu imperium feodal multi etnis dengan etnis Han
sebagai intinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar