Tweet

Sabtu, 21 Desember 2013

Sun Go kong

Kisah ini adalah legenda yang kuat merakyat di daratan
Tiongkok. Raja kera yang akrab disebut de- ngan Sun WuKong
atau Sun GoKong, terlahir dari sebuah batu, dalam alam bebas
sebuah gunung dimana bertumbuhan bunga dan buah. Ia
kemudian menggabungkan diri dengan kumpulan kera.
Penemuannya atas sebuah tempat dibalik tirai air terjun sebagai
kediaman yang nyaman bagi kum- pulan kera, membuatnya
dijadikan sebagai pimpinan. Ia membanggakan dirinya dengan
sebutan si raja kera yang ganteng, namun menyadari bahwa
dirinya tetap bukan mahluk yang hidup abadi.
Demi menutup kekurangannya itu ia pergi menemui subodhi,
seorang yang telah mencapai penerangan mengenai kehadiran
dan kehampaan. Karena bujuk rayunya, subodhi menerimanya
juga, mahluk bukan manusia, sebagai muridnya. Subodhi inilah
kemudi- an yang memberinya nama Sun WuKong.
Selama berguru, Sun WuKong menunjukkan kema- juan pesat,
menyerap berbagai seni gaib; bepergian diatas awan, menempuh
ratusan ribu kilometer da- lam sekali salto, setiap bulu yang
terdapat di tubuh- nya dapat digaibkan menjadi berbagai wujud
benda dan mahluk, bahkan menjadi duplikat dirinya sendiri.
Tubuhnya dapat mengecil, atau menjelma berubah wujud,
menjadi 72 jenis mahluk lain. Ia tiada da- pat menjelma
manusia dikarenakan tidak dapat menghilangkan ekornya.
Kemampuannya membuatnya sangat berbangga; ia gemar
memamerkan kelebihannya dihadapan murid subodhi lainnya.
Hal ini tidak disukai gurunya, yang kemudian men drop-out nya
dari kuil, de- ngan pesan agar tidak mengatakan kepada
siapapun mengenai bagaimana ia memperoleh semua
kepandaiannya. (Tetapi, ternyata kita dapat mengetahuinya ya?)
Kembalilah ia ke gunung tempatnya berasal, disana menjadi
satu-satunya siluman paling berkuasa dan berpengaruh. Ia
memperlengkapi diri dengan sebuah tiang yang ditemuinya di
samudra. Tiang yang berfungsi sebagai penenang samudra milik
naga samudera timur, bercahaya menyambutnya. Tiang itu
dapat membesar dan mengecil ukurannya hingga sebesar jarum
untuk disembunyikan di- balik telinga. Atau menjadi semacam
toya (tongkat) ditangannya, sebagai senjatanya.
Tingkah ulah kera berkelanjutan.
Pengambilan tiang penenang berbobot 8 ton oleh Sun WuKong
dari samudra, menimbulkan kegon- cangan disana. Empat naga
datang dari empat penjuru berupaya mencegahnya,
dikalahkannya da- lam pertempuran. Bahkan ia merebut
beberapa benda magis milik keempat naga itu.
Dengan tiang yang menjadi toya di tangannya, ia
mempertunjukkan kepandaian menggunakan sen- jata barunya
kepada pengikutnya, menjadi buah bibir banyak yang
menyaksikannya, menarik perha- tian, mengundang banyak
peminat bersekutu dengannya, diantaranya siluman kerbau,
siluman bu- rung, serangga, dan sebagainya.
Ditentangnya takdir atas dirinya, ia mendatangi akhirat untuk
menghapus namanya dan nama kera- kera lain sekutunya, dari
buku kehidupan dan kematian. Raja naga dan raja akhirat yang
kewalahan menghadapi ulah kera melaporkan kejadian itu ke
kerajaan kumala di kahyangan.
Agar dapat mengendalikan ulah kera, para dewa bersepakat
memberinya kedudukan di kahyangan. Dengan besar hati kera
datang memenuhi undangan dewa, membayangkan kedudukan
terhormat, setingkat dewa. Ternyata, posisi yang diperuntukkan
baginya hanyalah sebagai pengawas kandang kuda. Mengamuk
ia bahna kecewa, diobrak-abrik nya kandang kuda dan
sekitarnya, memaksa para dewa mengakuinya sebagai
pemimpinan siluman di bumi, setara dengan kekuasaan
kahyangan.
Setelah susah payah menenangkannya, kepadanya diberikan
kedudukan sebagai penjaga keaman- an kahyangan. Namun,
kedudukan ini tetap tidak mengikut sertakannya di dalam
perjamuan meriah bagi dewa-dewi. Dalam marah, kera
mempersiapkan perlawanan, dicurinya ramuan, buah, anggur,
penambah kesaktian dan pil panjang umur Lao Tzu, lalu kembali
ke tempat asalnya di bumi.
Setelah menyusun rencana, bersendirian Sun WuKong kembali ke
kahyangan untuk menggempur. Ratusan ribu pendekar
dikalahkannya, raja-raja naga dan NaZha. Hanya jenderal Erlang
Shen yang dapat menandinginya bertempur. Dengan bantuan
banyak dewa, si kera berhasil diringkus, dan di- jebloskan
kedalam wadah pelebur logam, menyulingnya guna mengambil
kembali segala makanan magis penambah kesaktian yang telah
ditelannya.
Upaya para dewa melumpuhkan kesaktian kera, berakhir sia-sia.
Pada hari ke 50, ketika wadah pe- lebur dibuka, kera melompat
keluar, kesaktiannya bertambah; dengan kasat mata dapat
mengenali siluman diantara manusia. Hanya saja, kepekaan itu
membuat matanya tidak tahan terhadap asap.
Si kera sakti akhirnya ditundukkan.
Tiada lagi jalan mengatasi kenakalan kera, pihak berwenang
kahyangan menghadap Buddha, di kuil nya. Buddha mendapati
kera dan dengan cerdik menantang kera itu memperlihatkan
kesaktiannya; sekiranya ia mampu menempuh perjalanan dari
ujung suatu tempat di kahyangan, untuk mencapai dan mendarat
dalam tapak tangan Buddha dalam batas waktu yang ditentukan.
“Siapa takut?”, kera yang memang dapat mencapai jarak ratusan
ribu kilometer dalam sekali salto, menerima tantangan itu.
Segera ia beraksi, bagai kilat melintas hingga tiada yang terlihat.
Yang ter- tampak dalam perjalanan hanya tiang-tiang besar
berjumlah lima buah. Dengan pongahnya, ia me- nyempatkan
diri mengencingi setiap tiang sebagai menandakan bahwa ia
telah melewatinya.
Betapa terkejut kera ketika tiba dan berdiri dalam tapak tangan
Buddha, mendapati bahwa ternyata lima tiang yang dilewatinya
adalah lima jari tangan Buddha. Belum lagi sempat ia bereaksi,
Buddha membalik tapak tangan, menindih tubuh kera dengan
sebuah batu di gunung, membubuhkan segel jimat bertuliskan
tinta emas, melengkapinya dengan mantera, mengunci si kera
dibawah batu.
Kera mengawal perjalanan rahib.
Lima ratus tahun kemudian, adalah seorang rahib bernama
XuanZang (SamZong) di Tiongkok, da- lam pemerintahan
dynasty Tang, bermaksud menjemput kitab ajaran Buddha, ke
India. Menyadari, bahaya yang akan mengancam keselamatan
rahib dalam perjalanan kesana, bodhisatwa GuanYin (Kwan Im)
merekomendasikan kera kepada rahib sebagai pengawalnya.
Untuk mengendalikan kelakuan si kera, GuanYin menyampaikan
kepada XuanZang, sebuah gelang pemberian Buddha, untuk
dikenakan pada kepala Sun WuKong. Berbekal pesan GuanYin,
rahib itu mendatangi kera yang tidak berdaya mendekam
dibawah batu. Dari kejauhan, kera yang telah meli- hat
kedatangan rahib, berteriak mengiba: “Guru, tolonglah bebaskan
saya dan saya akan mengabdi kepada guru sepanjang masa!”
Teriakan itu bukan yang pertama kali, kepada setiap orang yang
lewat disana ia memanggilnya de- ngan ‘guru’, yang terpenting
adalah ia dibebaskan. Begitulah, dengan enthusias ia menerima
syarat yang ditawarkan rahib sebagai penukar pembebasannya;
untuk mengawalnya dalam perjalanan ke India. Ia mengenakan
sendiri gelang kepala yang diberikan kepadanya. Gelang itu
menyatu dengan kepalanya seketika dikenakan.
Sesudah itu, rahib membaca mantera dan mencabut segel pada
batu, terbebaslah kera dari sana. Ia segera berniat meninggalkan
rahib, dengan alasan adanya urusan yang harus diselesaikan.
Per- ingatan rahib akan janjinya, tiada digubrisnya. Menyadari
bahwa kera mengingkari janji, rahib mem- baca mantera yang
diajarkan GuanYin. Kera pun berjungkir balik, karena rasa sakit
tiada kepalang; gelang menjepit kepalanya dengan kuat,
membuat kera berteriak-teriak meminta pengampunan.
Demikianlah raja kera sakti itu kemudian patuh kepada
XuanZang, mengawalnya dalam perjalanan ke India, bertempur
mengalahkan banyak siluman yang mengingini tubuh XuanZang.
Sekembali di Tiongkok, Sun WuKong juga berkesempatan
membantu pasukan tentara kekaisaran dynasty Tang untuk
mengalahkan siluman yang memusuhi.

2 komentar:

  1. Promo Bonus Natal Dan Tahun baru di BursaTogel ( Belaku Tgl 20 Des 2016 s/d 05 Jan 2017 ):

    -Minimal Deposit 50rb
    -Minimal Withdraw nya 100rb
    -Like and Share Fanspage Bursatogel Minimal Tag ke 20 Orang,Gratis Freechip Rp 5,000 (1 Hari hanya bisa satu kali saja )
    -Promo Bonus Deposit 5% ,Maksimal Rp, 100,000 /Hari nya.
    -Syarat Withdraw Pertama Kali, Turnover harus ( 1 Kali Nilai Deposit + Bonus )
    --------------------------------------------------------------------------------------
    Bonus Togel Permanen :
    -Bonus Diskon
    2D - 29%
    3D - 59%
    4D - 66%
    -Bonus Refferal 1%
    -Khusus Bandar Darat:
    *Free Batasan Line
    *Bonus Cashback 2% Setiap Minggu nya,

    Tersedia Games Sportbook dan Juga 48 LiveBall ( Coming Soon )

    BalasHapus
  2. buruan daftarkan diri anda sekarang juga. di www.dompetmgm. com. menangkan ratusan juta rupiah. info lebih lanjut hubungi kami di bbm d88fdb2e : Jam Online
    poker online

    BalasHapus