Tweet

Selasa, 17 Desember 2013

Piramida

Piramid atau piramida adalah konstruksi bangunan yang sudah
digunakan sejak lama oleh bangsa Mesir kuno maupun bangsa
Maya, digunakan sebagai makam raja-raja masa dahulu serta
sarana ibadah (pemujaan).
Sejarah
Dalam sejarah konstruksi bangunan piramida digunakan sudah
sejak lama. Bangsa bangsa Mesir kuno maupun bangsa Maya
dikenal menggunakan bangunan piramida sebagai makam raja-
raja masa dahulu serta sarana ibadah (pemujaan) selain ada
dugaan sebagai tempat penimbunan (gudang) pangan sejak zaman
ketika persiapan menghadapi musim paceklik ataupun tempat
penyimpanan harta.
Beragam analisis tentang digunakannya konstruksi piramida. Ada
yang menyebutnya sebagai bangunan warisan UFO dengan alasan
terdapat bangunan mirip piramida ditemukan di Mars yang berada
satu lintang derajat yang sama dengan lintang derajat di Bumi,
ada pula yang mengatakan peninggalan peradaban Atlantis dan
sebagian lagi mengatakan bahwa konstruksi piramida digunakan
dengan alasan bahwa pada peradaban lampau, manusia
mengalami kesulitan untuk membuat konstruksi kubah. Oleh
karena itu digunakanlah konstruksi piramida untuk mempermudah.
Konstruksi kubah sendiri baru digunakan pada masa Romawi
dengan konstruksi pelengkung pada bangunan betonnya dan
Romawi Timur
Sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan tempat pelarian kerajaan
Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari
2.000 tahun, menerima kekuasaan yang berasal dari luar yaitu
kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam serta kekuasaan bangsa
lain. Semasa itu sejumlah besar karya terkenal zaman Firaun
dihancurkan, aksara dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri
secara berangsur-angsur digantikan oleh budaya lain, sehingga
kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi
belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang
dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh para
pendahulu.
Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan
tiba di Mesir, membubuhkan tulisan: Cheops, (aksara Yunani
Khufu), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas
tertentu sejarawan Yunani tersebut menggunakan kalimat "konon
katanya", maksudnya bahwa kebenarannya perlu dibuktikan lagi.
Namun, sejak itu pendapat sejarawan Yunani tersebut malah
menjadi kutipan generasi belakangan sebagai bukti penting bahwa
piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.
Selama ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah
makam raja. Dengan demikian, begitu membicarakan piramida,
yang terbayang dalam benak secara tanpa disadari adalah
perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. Dan, pada tahun
820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo yaitu Khalifah Al-
Ma'mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia
dan masuk ke piramida, dan ketika dengan tidak sabar masuk ke
ruangan, pemandangan yang terlihat malah membuatnya sangat
kecewa. Bukan saja tidak ada satu pun benda yang biasanya
dikubur bersama mayat, seperti mutiara, maupun ukiran, bahkan
sekeping serpihan pecah belah pun tidak ada, yang ada hanya
sebuah peti batu kosong yang tidak ada penutupnya. Sedangkan
tembok pun hanya bidang yang bersih kosong, juga tak ada sedikit
pun ukiran tulisan.
Kesimpulan para sejarawan terhadap prestasi pertama kali
memasuki piramida ini adalah "mengalami perampokan benda-
benda dalam makam". Namun, hasil penyelidikan nyata
menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida
melalui jalan lainnya adalah sangat kecil sekali. Di bawah kondisi
biasa, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa
meninggalkan jejak sedikit pun, dan lebih tidak mungkin lagi
menghapus seluruh prasasti Firaun yang dilukiskan di atas
tembok. Dibanding dengan makam-makam lain yang umumnya
dipenuhi perhiasan-perhiasan dan harta karun yang berlimpah
ruah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati
keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.
Selain itu, dalam catatan "Inventory Stela" yang disimpan di dalam
museum Kairo, pernah disinggung bahwa piramida telah ada sejak
awal sebelum Khufu meneruskan takhta kerajaan. Namun, oleh
karena catatan pada batu prasasti tersebut secara keras
menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil
penelitian para ahli dan cara penulisan pada buku, selanjutnya
secara keras mengecam nilai penelitiannya. Sebenarnya dalam
keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena
pandangan tertentu lalu mengesampingkan sebagian bukti sejarah,
tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam
memandang kedudukan sejarah yang sebenarnya.
Gunung Padang yang berada dipulau jawa, indonesia jadi buah
bibir karena kemiripan bentuknya dengan piramida yang ada
dimesir. setelah Tim Katastropik Purba meneliti patahan gempa
Cimandiri, sekitar empat kilometer ke arah utara dari situs
tersebut. Tim ini bentukan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan
Sosial dan Bencana Alam Andi Arief. misteri "piramida" Gunung
Padang, Cianjur, Jawa Barat, terkuak. Satu per satu, peneliti
menemukan bukti bahwa gunung berbentuk piramida itu buatan
manusia, bukan bentukan alam. piramida padang itu terlihat
seperti gunung, karena telah terkena timbunan debu vulkanik
sehingga terlihat seperti gunung. Pencitraan radar menunjukkan
gunung itu terdiri atas ruang bebatuan yang terstruktur, semacam
kawasan pemujaan. Kontroversi merebak setelah Andi merilis ada
sejenis piramida di bawah Gunung Padang pada awal tahun lalu.
"Apa pun nama dan bentuknya, yang jelas di bawah itu ada ruang-
ruang," kata Andi. "Selintas tak seperti gunung, seperti manmade."
Kecurigaannya berawal dari bentuk Gunung Padang yang hampir
segitiga sama kaki jika dilihat dari utara. Sebelumnya, Tim juga
menemukan bentuk serupa di Gunung Sadahurip di Garut dan
Bukit Dago Pakar di Bandung saat meneliti patahan Lembang.
Usia "piramida" Giza di Mesir, yang hanya 2.500 SM. sedangkan
Gunung Padang diperkirakan 4.700-10.900 tahun sebelum Masehi
jika bandingkan dengan piramida dimesir Namun pembuktian
belum maksimal, dan ini menyebabkan pakar geologi masih ragu
terhadap "piramida padang ( cahaya )" itu. Terlalu dini untuk
diumumkan. Andi Arief mengatakan pekerjaan timnya di Gunung
Padang sudah hampir kelar. Untuk urusan penggalian, dia angkat
tangan karena membutuhkan biaya besar.
Bangunan piramida dalam sejarah
1. Punden berundak-undak
2. Piramida Maya
3. Piramida Mesir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar